PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Persaingan bisnis pada saat ini semakin ketat, baik pasar domestik maupun pasar global. Walaupun konsumen tetap ada namun daya beli mereka tetap terbatas. Akibatnya konsumen menjadi semakin teliti dalam melakukan pembelian dengan melihat harga dan kualitas suatu produk yang mereka inginkan. Dengan keadaan tersebut mendorong perusahaan agar bisa menarik konsumen, menawarkan produk yang berkualitas dan disertai juga dengan harga yang ekonomis. Saat ini banyak konsumen yang mencari produk yang bisa membantu memudahkan kegiatan sehari – hari, dalam hal ini adalah di bidang transportasi yaitu sepeda motor.
Sepeda motor merupakan alat transportasi yang cukup fleksibel dan murah untuk menyelusuri kemacetan jalan raya di bandingkan dengan transportasi lain seperti mobil. Masyarakat lebih memilih sepeda motor di bandingkan dengan mobil dan minat sepeda motor lebih banyak di bandingkan dengan mobil.
Pengaruh harga suatu produk juga sangat penting. Jika harga rendah maka permintaan produk yang di tawarkan meningkat dan jika harga produk semakin tinggi maka permintaan produk semakin rendah. Penepatan harga yang tepat akan mendapatkan perhatian yang besar dari konsumen, jika harga yang di tetapkan oleh perusahaan tepat dan sesuai dengan daya beli konsumen maka pemilihan suatu produk akan di jatuhkan pada produk tersebut. Perusahaan menetapkan harga karena berbagai pertimbangan, dimana penetapan harga tersebut di sesuaikan dengan kualitas produk yang ada.
Sepeda motor sekarang ini tidaklah sulit untuk di miliki karena masyarakat dapat memiliki sepada motor tersebut dengan cara kredit dan tunai. Cara kredit dapat di lakukan dengan memenuhi persyaratan tertentu yang di berikan oleh pihak penjual. Masyarakat tidak perlu mengeluarkan dana besar, dengan membayar yang muka kurang lebih Rp 1.400.000,00 dan cicilan kurang lebih Rp 726.000,00 setiap bulan kita sudah akan mendapatkan sepeda motor tersebut. Selain itu cicilan secara kredit ini memiliki jangka waktu yang beragam sekali, dari jangka waktu 11 bulan, 17 bulan, 23 bulan, 29 bulan bahkan mencapai 35 bulan konsumen berhak memilih jangka waktu pembayaran sesuai dengan uang muka yang telah di setorkan.
Pesaingan antar merk sepada motor di Indonesia mendapat respon yang positif dari para konsumen. Hal ini dapat di lihat dari permintaan akan sepeda motor di Indonesia setiap tahun terus mengalami peningkatan. Sepeda motor sangat di minati oleh masyarakat sebagai sarana transportasi yang membantu penggunanya dalam kegiatan sehari – hari. Salah satu inovasi dari sepeda motor saat ini yaitu jenis motor bebek, sepeda motor bebek menguasai pasar dengan penjualan yang melesat di atas sepeda motor matic.
PT. Astra Honda Motor adalah salah satu perusahaan motor yang mempunyai brand image terbesar di Indonesia. PT Astra Honda Motor sebagai perusahaan Agen Tunggal Pemegang Merk Manufaktur. Perakitan dan Distributor sepeda motor merk Honda adalah Perusahaan Perseroan Terbatas yang memiliki oleh Honda Motor Company Limited, Jepang, dan PT Astra Internasional Tbk, Indonesia, dengan besar kepemilikan saham masing – masing 50%.
Sepanjang tahun lalu, penompang utama penjualan Honda masih berasal dari model motor bebek. Secara keseluruhan, penjualan domestik selama enam bulan pertama 2013, Honda Supra X 125 Helm in PGM-FI terjual 32.387 unit. Total penjualan pertama kali di rilis November 2011 hinga akhir bulan lalu, berkontribusi terhadap pencapaian penjualan Honda Supra series sebesar 802.737 unit, dan mencatatkan Honda sebagai pemimpin di pasar sepeda motor bebek kelas atas di Indonesia.
Berdasarkan uraian di atas tersebut maka penulis ini ingin mencoba membahas masalah ini sebagai objek dalam penulisan ilmiah, dengan judul "PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MOTOR HONDA SUPRA X 125 HELM IN PGM-FI".
1.2 Rumusan Masalah
Dalam penulisan ilmiah ini rumusan masalah adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana pengaruh harga terhadap keputusan pembelian Motor Honda SUPRA X 125 HELM IN PGM-FI ?
2. Bagaimana pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian Motor Honda SUPRA X 125 HELM IN PGM-FI ?
3. Bagaimana pengaruh harga dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian Motor Honda SUPRA X 125 HELM IN PGM-FI ?
1.3 Batasan Masalah
Untuk membatasi lingkup maslaah yang penulis teliti, penulis melakukan penyebaran sebanyak 33 responden di Jl. Mataram RT 003/ RW 016 Depok 2 Tengah.
1.4 Tujuan Penelitian
Adapun dari tujuan penulis dalam melakukan penelitan ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengaruh harga terhadap keputusan pembelian sepeda Motor Honda SUPRA X HELM IN PGM-FI.
2. Untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian sepeda Motor Honda SUPRA X HELM IN PGM-FI.
3. Untuk mengetahui pengaruh harga dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian sepeda Motor Honda SUPRA X HELM IN PGM-FI.
1.5 Manfaat penelitian
Manfaat penelitian ini adalah :
1.5.1 Manfaat Akademis
Untuk menambah pengetahuan serta memperluas wawasan dan sebagai perbandingan teori yang di dapat dengan kenyataan yang terjadi dan berusaha mencari pemecahaan secara ilmiah.
1.5.2 Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini di harapkan dapat memberikan informasi tentang pengaruh harga dan kualitas produk terhadap pengambilan keputusan untuk membeli.
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Pemasaran
2.1.1 Pengertian Pemasaran
Menurut Philip Kotler dan Keller (2008:5) pemasaran merupakan sebuah proses kemasyarakatan dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan orang lain. Pemasaran dilakukan oleh perusahaan guna untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen, agar dapat menarik minat beli konsumen untuk menetapkan keputusan untun membeli produknya.
Peter Drucker dalam buku Philip Kotler dan Keller (2008:6) mengatakan bahwa selalu akan ada kebutuhan akan penjualan, namun tujuan dari pemasaran adalah membuat penjualan berlimpah. Tujuan pemasaran adalah mengetahui dan memahami pelanggan dengan baik sehingga produk atau jasa bisa sesuai dengan kebutuhannya sehingga terjual sendiri. Idealnya, pemasaran harus menghasilkan seorang pelanggan yang siap untuk membeli. Dengan demikian yang dibutuhkan hanyalah memastikan produk dan jasa tersedia.
Berdasarkan pendapat para ahli diatas maka dapat di simpulkan bahwa pemasaran adalah suatu kegiatan yang di lakukan oleh perusahaan untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat dengan tujuan menimbulkan minat untuk membeli, memenuhi kebutuhan masyarakat dan menciptakan kepuasan konsumen. Pemasaran juga bertujuan untuk kepentingan perusahaan. Konsumen yang puas karena kebutuhannya terpenuhi akan menjadi pelanggan yang menguntungkan perusahaan. Dengan kata lain, tujuan perusahaan akan dicapai melalui pencapaian tujuan konsumen.
2.1.2 Konsep Pemasaran
Menurut Siswanto Sutojo (2001) meskipun pemasaran sangat penting dalam setiap kegiatan bisnis, pemahaman pengertiannya tidaklah seragam karena pengaruh beberapa faktor. Lingkungan, kondisi pasar, sifat produk, dan terutama pandangan pemasar atau pihak yang berkepentingan terhadap pemasaran tersebut. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa konsep pemasaran yang dianut oleh masing-masing perusahaan tidaklah sama. Konsep pemasaran perusahaan falsafah atau anggapan yang dipercaya oleh perusahaan sebagai dasar dari setiap kegiatannya untuk melayani kebutuhan konsumen.
2.1.3 Bauran Pemasaran
Menurut Philip Kotler (2002:18), bauran pemasaran adalah seperangkat alat-alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus menerus mencapai tujuan pemasaran di pasar sasaran.
Menurut Kotler dalam Hurriyati (2008) bauran pemasaran adalah sekumpulan alat pemasaran (marketing mix) yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya dalam pasar sasaran.
Menurut Kotler dan Hurriyati (2008) Bauran Pemasaran (marketing mix) terdiri dari 4P, yaitu :
1. Produk (Product)
Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan.
2. Harga (Price)
Penentuan harga merupakan titik dalam bauran pemasaran karena harga menentukan pendapatan dari suatu usaha/bisnis.
3. Tempat/Lokasi (Place)
Lokasi pelayanan jasa yang digunakan dalam memasok produk atau jasa kepada pelanggan yang dituju dan dimana itu akan berlangsung.
4. Promosi (Promotion)
Promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran yang aktivitasnya berusaha menyebarkan informasi dan memengaruhi/membujuk konsumen agar bersedia menerima atau membeli produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
2.2 Harga
2.2.1 Pengertian Harga
Harga adalah salah sau elemen bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan, elemen yang lain menghasilkan biaya. Mungkin harga adalah elemen termudah dalam program pemasaran untuk di sesuaikan fitur produk, saluran, dan bahkan komunikasi membutuhkan lebih banyak waktu. Harga juga mengomunikasikan positioning nilai yang di maksudkan dari produk atau merk perusahaan ke pasar. Philip Kotler dan Keller (2008:14), produk yang dirancang dan di pasarkan dengan baik dapat di jual dengan harga tinggi dan menghasilkan laba yang besar.
Menurut Husein dan Umar (2010:34), harga adalah sejumlah nilai yang di tukarkan konsumen dengan manfaat dari memiliki atau menggunakan produk atau jasa yang nilainya di tetepkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar menawar, atau di tetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli.
Menurut Nandan Limakrisna dan Wilhelmus Hery Susilo (2012:61) harga merupakan suatu alat pemasaran yang di pergunakan oleh suatu organisasi (marketing objectives). Harga merupakan alat yang sangat penting, merupakan faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian di dalam sektor publik.
Dari beberapa pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa harga adalah suatu usaha atau jumlah uang yang harus di keluarkan untuk mendapatkan sesuatu barang atau jasa.
Peran atau fungsi harga dalam pemasaran menurut Nandan Limakrisna dan Wilhelmus Hery Susilo (2012:61) ada 3 yaitu:
1. Turut Menentukan Tingkat Volume Penjualan
Dengan mengacu pada kurva permintaan dan penawaran dimana volume penjualan berbanding terbalik dengan tingkat harga, jika harga tinggi maka volume penjualan akan menurun. Namun harus kita ingat bahwa kurva permintaan bukanlah berbentuk garis lurus melainkan melengkung. Ini di sebabkan adanya persepsi bahwa produk tersebut kurang baik kualitasnya.
2. Turut Menentukan Besarnya Laba
Penetapan harga jual sebuah produk adalah biaya di tambah laba atau dengan kata lain laba di tentukan oleh harga jual di kurang dengan biaya-biaya harga jual di tentukan dengan cara harga pokok produksi di tambah dengan biaya-biaya. Pada tigkat harga pokok penjualan tertentu maka akan semakin besar tingkat laba yang di peroleh dan sebaliknya.
3. Turut Menentukan Citra Produk
Salah satu unsur yang membentuk citra merk adalah harga jual. Harga jual akan membentuk persepsi sebagian konsumen terhadap kualitas dan citra merk. Sebagian konsumen beranggapan bahwa produk yang di jual dengan harga yang terlalu murah adalah produk yang kualitasnya rendah.
2.2.2 Menyesuaikan Harga
Menurut Kotler Keller (2007:102) perusahaan-perusahaan biasanya tidak menetapkan hanya satu harga, melainkan struktur penetapan harga yang mencerminkan perbedaan dalam permintaan dan biaya geografis, tuntutan segmen pasar, dan faktor-faktor lainnya.
2.2.3 Penetapan Harga Promosi
Menurut Kotler Keller (2007:105) perusahaan-perusahaan dapat mengunakan
beberapa teknik penetapan harga untuk merangsang pembelian awal:
1. Penetapan harga pemimpin-rugi (loss-leader pricing). Pasar swalayan dan toko serba ada sering menurunkan harga untuk merk-merk yang sangat terkenal untuk merangsang lalu-lintas penjualan selanjtnya. Hal ini akan berhasil jika pendapatan dari penjualan selanjutnya dapat menutupi margin yang lebih rendah dari barang-barang pemimpin-rugi terebut.
2. Penetapan harga peristiwa khusus (special event pricing). Penjual akan menetapkan harga khusus pada musim-musim tertentu untuk menarik lebih banyak pelanggan.
3. Rabat tunai (cash rebate). Rabat dapat membantu menghabiskan persediaan tanpa memotong harga biasa yang telat ditetapkan.
4. Pembiayaan bunga rendah (low interes financing). Alih-alih menurunkan harganya, perusahaan tersebut dapat menawarkan pembiayaan bunga rendah kepada pelanggannya.
5. Masa pembayaran yang lebih lama (longer payment terms). Konsumen sering tidak mencemaskan biaya (yaitu suku bunga) pinjaman dan lebih mencemaskan apakah mereka mampu membayar cicilan bulannya.
6. Garansi dan kontrak perbaikan (warranty and service contract). Perusahaan-perusahaan dapat meningkatkan penjualan dengan menambahkan garansi atau kontrak perbaikan gratis atau berbiaya rendah.
7. Diskon psikologis (psychological discounting).
2.3 Produk
2.3.1 Pengertian Produk
Pengertian produk baik barang maupun jasa, merupakan alat bauran pemasaran yang paling mendasar dan menjadi salah satu dasar penilaian konsumen.
Menurut Philip Kotler (2002:448) suatu produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk memuaskan keinginan atau kebutuhan.
Pada dasarnya konsumen membeli barang atau jasa karena barang tersebut bermanfaat bagi mereka. Semakin banyak manfaat yang dapat mereka harapkan dari sebuah produk semakin besar pula kemungkinan mereka bersedia membeli produk itu. Manfaat produk muncul dari kemampuan menjalankan fungsi utamanya dan sesuatu yang lain yang dapat memuaskan keinginan konsumen.
Kemampuan kebanyakan barang menjalankan fungsi utamanya secara optimal ditentukan oleh berbagai macam faktor termasuk mutu, desain danbentuknya. Bagi konsumen mutu produk dapat dikatakan tinggi apabila mereka dapat mempergunakannya dalam jangka panjang tanpa kesulitan yang berarti, tidak mudah rusak serta mudah menggunakan dan memperbaikinya.
Tahapan Proses Pembelian
Terdapat 5 (lima) tahap yang dilalui konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian dan hasilnya (Kotler, 2003:224), yaitu :
1. Tahapan Pengenalan Masalah
Pada tahap ini konsumen mengenali sebuah kebutuhan, keinginan atau masalah. Kebutuhan pada dasarnya dapat dicetuskan oleh rangsangan internal atau eksternal. Perusahaan harus menentukan kebutuhan, keinginan atau masalah mana yang mendorong konsumen memulai proses membeli suatu produk.
2. Tahapan Pencarian Informasi
Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan terdorong untuk mencari informasi-informasi yang lebih banyak. Sumber-sumber informasi konsumen terbagi dalam 4 (empat) kelompok yaitu :
a) Sumber Pribadi. Sumber Pribadi ini di dapat konsumen melalui keliarga, teman, dann kenalan atau tetangga.
b) Sumber Komersial. Sumber Komersial ini di dapat konsumen melalui iklan, wiraniaga, penyalur, kemasan, pajangan di toko.
c) Sumber Publik. Sumber Publik ini di dapat konsumen melalui media masa, organisasi penentu peringkat konsumen atau lembaga konsumen.
d) Sumber Eksperimental. Sumber Eksperimental ini di dapat konsumen melalui penanganan, pengkajian, dan pemakaian produk.
3. Tahapan Evaluasi Alternatif atau Pilihan
Setelah mengumpulkan informasi sebuah merek, konsumen akan
melakukan evaluasi alternative terhadap beberapa merek yang menghasilkan produk yang sama dan bagaimana konsumen memilih di antara produk-produk alternatif.
4. Tahapan Keputusan Pembelian
Konsumen akan mengembangkan sebuah keyakinan atas merek dan tentang posisi tiap merek berdasarkan masing-masing atribut yang berujung pada pembentukan citra produk. Selain itu, pada evaluasi alternative konsumen juga membentuk sebuah prefensi atas produk-produk yang ada dalam kumpulan pribadi dan konsumen juga akan membentuk niat untuk membeli merek yang paling di sukai dan berujung pada keputusan pembelian.
5. Tahapan Perilaku Pasca Pembelian
Tugas perusahaan pada dasarnya tidak hanya berakhir setelah konsumen membeli produk yang dihasilkan saja, tetapi yang harus diperhatikan lebih lanjut adalah meneliti dan memonitor apakah konsumen akan mengalami tingkat kepuasan dan ketidakpuasan setelah menggunakan produk yang akan dibeli. Tugas tersebut merupakan tugas akhir setelah periode sesudah pembelian.
Terdapat 5 (lima) tahap yang dilalui konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian dan hasilnya (Kotler, 2003:224), yaitu :
1. Tahapan Pengenalan Masalah
Pada tahap ini konsumen mengenali sebuah kebutuhan, keinginan atau masalah. Kebutuhan pada dasarnya dapat dicetuskan oleh rangsangan internal atau eksternal. Perusahaan harus menentukan kebutuhan, keinginan atau masalah mana yang mendorong konsumen memulai proses membeli suatu produk.
2. Tahapan Pencarian Informasi
Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan terdorong untuk mencari informasi-informasi yang lebih banyak. Sumber-sumber informasi konsumen terbagi dalam 4 (empat) kelompok yaitu :
a) Sumber Pribadi. Sumber Pribadi ini di dapat konsumen melalui keliarga, teman, dann kenalan atau tetangga.
b) Sumber Komersial. Sumber Komersial ini di dapat konsumen melalui iklan, wiraniaga, penyalur, kemasan, pajangan di toko.
c) Sumber Publik. Sumber Publik ini di dapat konsumen melalui media masa, organisasi penentu peringkat konsumen atau lembaga konsumen.
d) Sumber Eksperimental. Sumber Eksperimental ini di dapat konsumen melalui penanganan, pengkajian, dan pemakaian produk.
3. Tahapan Evaluasi Alternatif atau Pilihan
Setelah mengumpulkan informasi sebuah merek, konsumen akan
melakukan evaluasi alternative terhadap beberapa merek yang menghasilkan produk yang sama dan bagaimana konsumen memilih di antara produk-produk alternatif.
4. Tahapan Keputusan Pembelian
Konsumen akan mengembangkan sebuah keyakinan atas merek dan tentang posisi tiap merek berdasarkan masing-masing atribut yang berujung pada pembentukan citra produk. Selain itu, pada evaluasi alternative konsumen juga membentuk sebuah prefensi atas produk-produk yang ada dalam kumpulan pribadi dan konsumen juga akan membentuk niat untuk membeli merek yang paling di sukai dan berujung pada keputusan pembelian.
5. Tahapan Perilaku Pasca Pembelian
Tugas perusahaan pada dasarnya tidak hanya berakhir setelah konsumen membeli produk yang dihasilkan saja, tetapi yang harus diperhatikan lebih lanjut adalah meneliti dan memonitor apakah konsumen akan mengalami tingkat kepuasan dan ketidakpuasan setelah menggunakan produk yang akan dibeli. Tugas tersebut merupakan tugas akhir setelah periode sesudah pembelian.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
Menurut Sugiyono (2003:58) objek penelitian adalah sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan guna tertentu tentang sesuatu hal atau varian tertentu. Berdasarkan uraian dan penjelasan yang telah disampaikan oleh penulis, maka penulis menggunakan objek penelitian yaitu motor Honda SUPRA X 125 HELM IN PGM – FI.
3.2 Populasi dan Sampel Penelitian
Menurut Sugiyono (2005:71) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang memiliki Motor Honda SUPRA X 125 HELM IN PGM – FI di Jl. Mataram RT 003/ RW 016 Depok 2 Tengah.
Menurut Sugiyono (2005:73) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah 33 responden konsumen yang memiliki Motor Honda SUPRA X 125 HELM IN PGM – FI di Jl. Mataram RT 003/ RW 016 Depok 2 Tengah.
Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin.
Rumus Slovin:
n =
1 = Konstanta
n = Ukuran Sampel
N = Ukuran Populasi
e2 = Kelonggaran tingkat kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditolerir (10%)
Sehingga jumlah sampel untuk meneliti Motor Honda SUPRA X 125 HELM IN PGM – FI adalah:
N = 50
n = = = 33 ( 33 orang)
3.3 Data/Variabel yang Digunakan
Dalam penulisan ilmiah ini data yang penulis gunakan adalah data primer. Data primer yaitu data asli yang dikumpulkan oleh penelitian untuk menjawab masalah penelitinya secara khusus. Data primer secara langsung diperoleh dari sumbernya (responden).
Sugiyono (2008:58) variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
Variabel penelitian ini terdiri dari dua macam variabel, yaitu variabel terikat (dependent variable) atau variabel yang tergantung pada variabel lainnya, serta variabel bebas (independent variable). Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
a. Variabel terikat (dependent variable) yaitu keputusan pembelian terhadap Honda SUPRA X 125 HELM IN PGM – FI.
b. Variabel-variabel bebas (independent variable) yaitu :
1. Variabel harga (X1)
2. Variabel kualitas produk (X2)
3.4 Indikator
3.4.1 Indikator Harga (X1)
Indikator harga (X1) oleh Panji Arief Akbar (2011) sebagai berikut :
1. Ketersediaan daftar harga
2. Kesesuaian harga dengan kualitas produk
3. Harga yang kompetitif di banding produk lain
4. Keterjangkauan harga produk
5. Harga produk yang bervariasi
3.4.2 Indikator Kualitas Produk (X2)
Indikator Kualitas Produk (X2) oleh Muhammad Yusup (2011) sebagai berikut :
1. Keiritan bahan bakar
2. Produk tidak mudah rusak dan memiliku umur ekonomis yang lama
3. Daya tahan mesin yang tangguh
4. Penampilan produk yang menarik
3.4.3 Indikator Keputusan Pembelian (Y)
Indikator Keputusan Pembelian (Y) oleh Muhammad Yusup (2011) sebagai berikut:
1. Kebutuhan dan keinginan akan suatu produk
2. Keinginan mencoba
3. Kemantapan akan kualitas
3.5 Metode Pengumpulan Data
Sugiyono (2008:401) teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Wawancara
Suatu cara pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan langsung kepada seorang informan atau autoritas atau seorang ahli yang berwenang dalam suatu masalah.
2. Kuesioner
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.
3. Studi Pustaka
Metode penelitian yang dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku
literature yang berkaitan dengan penelitian ini dan mencari penelitian-penelitian sebagai bahan referensi atau sebagai pedoman.
3.6 Hipotesis
Hipotesis statistik adalah pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi. Benar atau salahnya suatu hipotesis tidak akan pernah diketahui dengan pasti, kecuali bila sudah memeriksa sampel yang dijadikan bahan pengujian.
Hipotesis yang akan dibuktikan disini oleh penulis yaitu :
Ho : Harga dan kualitas produk tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian motor Honda SUPRA X 125 HELM IN PGM – FI.
Ha : Harga dan kualitas produk diduga terdapat pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian motor SUPRA X 125 HELM IN PGM – FI.
3.7 Alat Analisis yang Digunakan
Metode yang digunakan penulis dalam mengelola data adalah sebagai berikut:
3.7.1 Skala Likert
Menurut Sugiyono (2008:132) skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapatan, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Variabel penelitian yang diukur dijabarkan dalam indicator variabel yang kemungkinan dijadikan sebagai titik tolak penyusunan item-item instrument.
Berikut adalah penilaian tingkat kepuasan konsumen :
Keterangan :
a. Jawaban Sangat Puas diberi nilai 5.
b. Jawaban Puas diberi nilai 4.
c. Jawaban Netral diberi nilai 3.
d. Jawaban Tidak Puas diberi nilai 2.
e. Jawaban Sangat Tidak Puas diberi nilai 1.
3.7.2 Uji Validitas dan Reliabilitas
a. Uji Validitas
Menurut Arikunto (2002) validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Pengujian validitas adalah pengujian untuk mengetahui kemampuan indikator-indikator sesuatu konstruk (variable laten) untuk mengukur konstruk tersebut secara akurat.
b. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dilakukan untuk melihat sejauh mana tingkat kesamaan data dalam waktu yang berbeda.
3.7.3 Uji Regresi Linier Berganda
Menurut Ghozali (2006), secara umum analisis ini digunakan untuk meneliti pengaruh dari beberapa variabel independen (variabel X) terhadap variabel dependen (variabel Y).
3.7.4 Uji Hipotesis
1. Uji F (Secara Simultan)
Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh bersama-sama variabel independen (harga, kualitas produk) terhadap variabel dependen ( keputusan pembelian).
2. Uji t (Secara Parsial)
Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabek bebas (X) secara parsial berpengaruh nyata atau tidak terhadap variabel terikat (Y). Derajat signifikan yang digunakan adalah 0,05 atau 5%. Apabila nilai signifikan lebih kecil dari derajat kepercayaan maka kita menerima hipotesis alternative, yang menyatakan bahwa suatu variabel independen secara parsial mempengaruhi variabel dependen.
METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
Menurut Sugiyono (2003:58) objek penelitian adalah sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan guna tertentu tentang sesuatu hal atau varian tertentu. Berdasarkan uraian dan penjelasan yang telah disampaikan oleh penulis, maka penulis menggunakan objek penelitian yaitu motor Honda SUPRA X 125 HELM IN PGM – FI.
3.2 Populasi dan Sampel Penelitian
Menurut Sugiyono (2005:71) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang memiliki Motor Honda SUPRA X 125 HELM IN PGM – FI di Jl. Mataram RT 003/ RW 016 Depok 2 Tengah.
Menurut Sugiyono (2005:73) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah 33 responden konsumen yang memiliki Motor Honda SUPRA X 125 HELM IN PGM – FI di Jl. Mataram RT 003/ RW 016 Depok 2 Tengah.
Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin.
Rumus Slovin:
n =
1 = Konstanta
n = Ukuran Sampel
N = Ukuran Populasi
e2 = Kelonggaran tingkat kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditolerir (10%)
Sehingga jumlah sampel untuk meneliti Motor Honda SUPRA X 125 HELM IN PGM – FI adalah:
N = 50
n = = = 33 ( 33 orang)
3.3 Data/Variabel yang Digunakan
Dalam penulisan ilmiah ini data yang penulis gunakan adalah data primer. Data primer yaitu data asli yang dikumpulkan oleh penelitian untuk menjawab masalah penelitinya secara khusus. Data primer secara langsung diperoleh dari sumbernya (responden).
Sugiyono (2008:58) variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
Variabel penelitian ini terdiri dari dua macam variabel, yaitu variabel terikat (dependent variable) atau variabel yang tergantung pada variabel lainnya, serta variabel bebas (independent variable). Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
a. Variabel terikat (dependent variable) yaitu keputusan pembelian terhadap Honda SUPRA X 125 HELM IN PGM – FI.
b. Variabel-variabel bebas (independent variable) yaitu :
1. Variabel harga (X1)
2. Variabel kualitas produk (X2)
3.4 Indikator
3.4.1 Indikator Harga (X1)
Indikator harga (X1) oleh Panji Arief Akbar (2011) sebagai berikut :
1. Ketersediaan daftar harga
2. Kesesuaian harga dengan kualitas produk
3. Harga yang kompetitif di banding produk lain
4. Keterjangkauan harga produk
5. Harga produk yang bervariasi
3.4.2 Indikator Kualitas Produk (X2)
Indikator Kualitas Produk (X2) oleh Muhammad Yusup (2011) sebagai berikut :
1. Keiritan bahan bakar
2. Produk tidak mudah rusak dan memiliku umur ekonomis yang lama
3. Daya tahan mesin yang tangguh
4. Penampilan produk yang menarik
3.4.3 Indikator Keputusan Pembelian (Y)
Indikator Keputusan Pembelian (Y) oleh Muhammad Yusup (2011) sebagai berikut:
1. Kebutuhan dan keinginan akan suatu produk
2. Keinginan mencoba
3. Kemantapan akan kualitas
3.5 Metode Pengumpulan Data
Sugiyono (2008:401) teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Wawancara
Suatu cara pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan langsung kepada seorang informan atau autoritas atau seorang ahli yang berwenang dalam suatu masalah.
2. Kuesioner
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.
3. Studi Pustaka
Metode penelitian yang dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku
literature yang berkaitan dengan penelitian ini dan mencari penelitian-penelitian sebagai bahan referensi atau sebagai pedoman.
3.6 Hipotesis
Hipotesis statistik adalah pernyataan atau dugaan mengenai satu atau lebih populasi. Benar atau salahnya suatu hipotesis tidak akan pernah diketahui dengan pasti, kecuali bila sudah memeriksa sampel yang dijadikan bahan pengujian.
Hipotesis yang akan dibuktikan disini oleh penulis yaitu :
Ho : Harga dan kualitas produk tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian motor Honda SUPRA X 125 HELM IN PGM – FI.
Ha : Harga dan kualitas produk diduga terdapat pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian motor SUPRA X 125 HELM IN PGM – FI.
3.7 Alat Analisis yang Digunakan
Metode yang digunakan penulis dalam mengelola data adalah sebagai berikut:
3.7.1 Skala Likert
Menurut Sugiyono (2008:132) skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapatan, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Variabel penelitian yang diukur dijabarkan dalam indicator variabel yang kemungkinan dijadikan sebagai titik tolak penyusunan item-item instrument.
Berikut adalah penilaian tingkat kepuasan konsumen :
Keterangan :
a. Jawaban Sangat Puas diberi nilai 5.
b. Jawaban Puas diberi nilai 4.
c. Jawaban Netral diberi nilai 3.
d. Jawaban Tidak Puas diberi nilai 2.
e. Jawaban Sangat Tidak Puas diberi nilai 1.
3.7.2 Uji Validitas dan Reliabilitas
a. Uji Validitas
Menurut Arikunto (2002) validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Pengujian validitas adalah pengujian untuk mengetahui kemampuan indikator-indikator sesuatu konstruk (variable laten) untuk mengukur konstruk tersebut secara akurat.
b. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dilakukan untuk melihat sejauh mana tingkat kesamaan data dalam waktu yang berbeda.
3.7.3 Uji Regresi Linier Berganda
Menurut Ghozali (2006), secara umum analisis ini digunakan untuk meneliti pengaruh dari beberapa variabel independen (variabel X) terhadap variabel dependen (variabel Y).
3.7.4 Uji Hipotesis
1. Uji F (Secara Simultan)
Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh bersama-sama variabel independen (harga, kualitas produk) terhadap variabel dependen ( keputusan pembelian).
2. Uji t (Secara Parsial)
Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabek bebas (X) secara parsial berpengaruh nyata atau tidak terhadap variabel terikat (Y). Derajat signifikan yang digunakan adalah 0,05 atau 5%. Apabila nilai signifikan lebih kecil dari derajat kepercayaan maka kita menerima hipotesis alternative, yang menyatakan bahwa suatu variabel independen secara parsial mempengaruhi variabel dependen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar