1.1 Latar belakang
Daerah sukoharjo merupakan daerah penyangga kota
surakarta yang terdiri dari empat kecamatan yaitu kecamatan kartasura,
kecamatan grogol, kecamatan baki, dan kecamatan gatak. Beberapa teori
mengemukakan bahwa unsur kimia tanah dipengaruhi oleh kondisi alam dan
kondisi limbah aktivitas manusia. Kondisi alam antara lain dipengaruhi
oleh batuan penyusun aquifer. Batuan terdiri dari satu atau lebih
mineral. Sedangkan mineral tersusun satu atau lebih unsur kimia. Dengan
demikian batuan penyusun aquifer terdiri dari sejumlah unsure kimia.
Sehingga air tanah yang berada pada aquifer akan mengandung unsure kimia
sesuai dengan unsure kimia yang terkandung pada batuan penyusun aquifer
tersebut. Bentuk aktivitas manusia dapat berupa industri, bengkel,
pertokoan, transportasi, dan kegiatan rumah tangga. Semua itu akan
menghasilkan limbah yang sebagian besar bercampur dengan air tanah,
sehingga air tanah akan terpengaruh sifat-sifat kimia, fisika, biologi
dari jenis aktivitas manusia tersebut.
1.2 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian adalah sebagai berikut :
Untuk
mengetahui besarnya perubahan penggunaan lahan selama 5 tahun yaitu
dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2002. dan untuk mengetahui kondisi
kualitas air tanah setelah terjadi perubahan penggunaan lahan.
1.3 Metodologi penelitian
Untuk
mencapai tujuan penelitian metode yang digunakan untuk pengambilan
sampel yaitu sampel strata terpilih, sedangkan analisa datanya
menggubakan data deskriptif. Data yang diperlukan yaitu bentuk lahan,
data penggunaan lahan tahun 1998 dan tahun 2002, data kualitas air tanah
yaitu kalsium(Ca), magnesium(Mg), natrium(Na), kalium(K), amonium(HN),
besi(Fe), nitrat(NO), colorida(CI), sulfat(SO), karbonat(HCO), dan
bakteri coli serta data estándar buku mutu air minum. Data bentuk lahan
didapatkan melalui penampalan hasil interpretasi peta geologi, peta
topografi, dan ceking lapangan. Data perubahan penggunaan lahan
didapatkan Melalui data penampalan peta penggunaan lahan tahun 1998 dan
data penggunaan lahan tahun 2002. data koalitas air tanah diperoleh dari
analisi laboratium sampel air tanah disetiap satuan lahan permukiman
yang telah dibandingkan dengan stándar buku mutu untuk air minum dari
departemen kesehatan.Satuan lahan permukiman di peroleh melalui
penampalan peta bentuk lahan, peta tanah dan peta penggunaan lahan tahun
2002.
1.4 Hasil dan pembahasan
-Hasil penelitian
a.perubahan penggunaan lahan
untuk
mendapatkan perubahan penggunaan lahan sampai tahun 2002 maka peta
penggunaan lahan tahun 1998 dibuat gred, setiap gred mempunyai panjang
2cm dipeta atau 400m2 di lapangan. Kerja lapangan dilakukan pengamatan
dan deliniasi di peta terhadap kenampakan penggunaan lahan pada saat
pengamatan. Hasil kerja lapangan didapatkan peta penggunaan lahan tahun
2002 dan 1998 disajikan pada lampiran.
b.kualitas air tanah
hasil
penampalan di dapatkan 13 titik sampel air tanah dengan agihan atau
penyebaran disajikan dalam peta lokasi sampel air atau lampiran.
-Pembahasan.
Unsur-unsur
kimia air tanah dapat berasal dari limbah aktivitas penduduk terdiri
dari NO3, NH4, CI dan bakteri coli. Berdasarkan lampiran didapatkan
tingkat kelayakan air tanah untuk air minum serta pengaruh perubahan
penggunaan lahan terhadap kualitas air tanah. Perubahan penggunaan lahan
dan dampaknya terhadap kualitas air tanah serta agihannya dapat dilihat
dalam penelitian sebagai berikut.
*Kecamatan kartasura
Kualiatas
air tanah di desa wirogunan kartasura dipengaruhi oleh faktor alam
aktivitas penduduk. Faktor alam ditunjukan dengan besarnya unsur kalsium
(Ca) 588.00 ppm, natrium(Na) 259.00 ppm, kalium(K) 13,50 ppm, dan HCO3
sebesar 400 ppm. Dari aktivitas penduduk ditunjukan dengan besarnya
unsur chlorida 13,33 ppm dan bakteri coli 9. Dampak dari faktor alam dan
aktivitas manusia airtanah daerah ini tidak layak untuk air minum.
*Kecamatan grogol.
Kualitas
air tanah sebagian tidak layak untuk diminum. Faktor yang berpengaruh
terhadap ketidaklayakan air tanah untuk air minum yaitu limbah aktivitas
manusia. hasil penelitian didapatkan NO3 sebesar 0-1,2 ppm, chlorida
13,33-77,90 ppm, dan bakteri coli 9-110 yang melebihi standar maksimun
untuk iar minum. Unsur-unsur kimia yang berasal dari faktor alam seperti
kalsium 75-110 ppm, magnesium 3-80 ppm, natrium 24-31,60 ppm, kalium
4-14,7 ppm, Fe 0,00 ppm, dan CO3 0,00 ppm dibawah standar maksimun air
tanah yang diperbolehkan untuk air minum dan ini berarti tidak layak
untuk di konsumsi.
*Kecamatan baki
Hasil analisa dikecamatan baki
menunjukan adanya perubahan penggunaan sawah untuk perusahaan meubel
antik dan konsumsi export dan perumahan tempat tinggal. Hasil analisa
air tanah menunjukan altivitas manusia yaitu NO3 1,2 ppm, chlorida
34-43,10 ppm, bakteri coli 120-2400 ini berarti tidak layak untuk
diminum. Sedangkan unsur-unsur yang terdapat dari faktor alam yaitu
kalsium 54 dan 87,00 ppm, magnesiun 11-17,20 ppm, natrium 24 ppm, kalium
6-14,7 ppm, besi 0-0,8 ppm, yang berarti tidak layak untuk diminum.
*Kecamatan gatak
Hasil
analisa dilabolatorium kecamatan ini terdapat airtanah yang layak
diminum dan airtanah yang tidak layak untuk diminum. Unsur-unsur kimia
yang terkandung dalam tanah dan layak untuk dikonsumsi yaitu
NO2,Chlorida, CO3, Fe, dan kalium.
1.4 Kesimpulan
Berdasarkan
hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perubahan lahan sawah menjadi
lahan permukiman daerah kecamatan kertasura.selama 5 tahun seluas
5646165,20 m2. sedang untuk kecamatan grogol seluas 554906,6 m2.
sebagian besar air tanah pada satuan lahan permukiman kandungan bakteri
colinya antara 9-2400 dan kalsium 588 ppm sehingga tidah layak untuk air
minum.tiga daerah yang air tanahnya layak untuk di munum yaitu di desa
pucangan kartasura, desa telukan grogol, dan desa geneng gatak.
Kandungan bakteri E.Coli air tanah 0 dan kandungan unsur kimia yang lain
dibawah estándar baku mutu maksimun yang diperbolehkan. Perubahan
penggunaan lahan permukiman sebagian besar berdampak negativ terhadap
kualitas air tanah untuk air minum sehingga tidak layak untuk di minum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar