1.1 Latar belakang
Daerah sukoharjo merupakan daerah penyangga kota
surakarta yang terdiri dari empat kecamatan yaitu kecamatan kartasura,
kecamatan grogol, kecamatan baki, dan kecamatan gatak. Beberapa teori
mengemukakan bahwa unsur kimia tanah dipengaruhi oleh kondisi alam dan
kondisi limbah aktivitas manusia. Kondisi alam antara lain dipengaruhi
oleh batuan penyusun aquifer. Batuan terdiri dari satu atau lebih
mineral. Sedangkan mineral tersusun satu atau lebih unsur kimia. Dengan
demikian batuan penyusun aquifer terdiri dari sejumlah unsure kimia.
Sehingga air tanah yang berada pada aquifer akan mengandung unsure kimia
sesuai dengan unsure kimia yang terkandung pada batuan penyusun aquifer
tersebut. Bentuk aktivitas manusia dapat berupa industri, bengkel,
pertokoan, transportasi, dan kegiatan rumah tangga. Semua itu akan
menghasilkan limbah yang sebagian besar bercampur dengan air tanah,
sehingga air tanah akan terpengaruh sifat-sifat kimia, fisika, biologi
dari jenis aktivitas manusia tersebut.
1.2 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian adalah sebagai berikut :
Untuk
mengetahui besarnya perubahan penggunaan lahan selama 5 tahun yaitu
dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2002. dan untuk mengetahui kondisi
kualitas air tanah setelah terjadi perubahan penggunaan lahan.
1.3 Metodologi penelitian
Untuk
mencapai tujuan penelitian metode yang digunakan untuk pengambilan
sampel yaitu sampel strata terpilih, sedangkan analisa datanya
menggubakan data deskriptif. Data yang diperlukan yaitu bentuk lahan,
data penggunaan lahan tahun 1998 dan tahun 2002, data kualitas air tanah
yaitu kalsium(Ca), magnesium(Mg), natrium(Na), kalium(K), amonium(HN),
besi(Fe), nitrat(NO), colorida(CI), sulfat(SO), karbonat(HCO), dan
bakteri coli serta data estándar buku mutu air minum. Data bentuk lahan
didapatkan melalui penampalan hasil interpretasi peta geologi, peta
topografi, dan ceking lapangan. Data perubahan penggunaan lahan
didapatkan Melalui data penampalan peta penggunaan lahan tahun 1998 dan
data penggunaan lahan tahun 2002. data koalitas air tanah diperoleh dari
analisi laboratium sampel air tanah disetiap satuan lahan permukiman
yang telah dibandingkan dengan stándar buku mutu untuk air minum dari
departemen kesehatan.Satuan lahan permukiman di peroleh melalui
penampalan peta bentuk lahan, peta tanah dan peta penggunaan lahan tahun
2002.
1.4 Hasil dan pembahasan
-Hasil penelitian
a.perubahan penggunaan lahan
untuk
mendapatkan perubahan penggunaan lahan sampai tahun 2002 maka peta
penggunaan lahan tahun 1998 dibuat gred, setiap gred mempunyai panjang
2cm dipeta atau 400m2 di lapangan. Kerja lapangan dilakukan pengamatan
dan deliniasi di peta terhadap kenampakan penggunaan lahan pada saat
pengamatan. Hasil kerja lapangan didapatkan peta penggunaan lahan tahun
2002 dan 1998 disajikan pada lampiran.
b.kualitas air tanah
hasil
penampalan di dapatkan 13 titik sampel air tanah dengan agihan atau
penyebaran disajikan dalam peta lokasi sampel air atau lampiran.
-Pembahasan.
Unsur-unsur
kimia air tanah dapat berasal dari limbah aktivitas penduduk terdiri
dari NO3, NH4, CI dan bakteri coli. Berdasarkan lampiran didapatkan
tingkat kelayakan air tanah untuk air minum serta pengaruh perubahan
penggunaan lahan terhadap kualitas air tanah. Perubahan penggunaan lahan
dan dampaknya terhadap kualitas air tanah serta agihannya dapat dilihat
dalam penelitian sebagai berikut.
*Kecamatan kartasura
Kualiatas
air tanah di desa wirogunan kartasura dipengaruhi oleh faktor alam
aktivitas penduduk. Faktor alam ditunjukan dengan besarnya unsur kalsium
(Ca) 588.00 ppm, natrium(Na) 259.00 ppm, kalium(K) 13,50 ppm, dan HCO3
sebesar 400 ppm. Dari aktivitas penduduk ditunjukan dengan besarnya
unsur chlorida 13,33 ppm dan bakteri coli 9. Dampak dari faktor alam dan
aktivitas manusia airtanah daerah ini tidak layak untuk air minum.
*Kecamatan grogol.
Kualitas
air tanah sebagian tidak layak untuk diminum. Faktor yang berpengaruh
terhadap ketidaklayakan air tanah untuk air minum yaitu limbah aktivitas
manusia. hasil penelitian didapatkan NO3 sebesar 0-1,2 ppm, chlorida
13,33-77,90 ppm, dan bakteri coli 9-110 yang melebihi standar maksimun
untuk iar minum. Unsur-unsur kimia yang berasal dari faktor alam seperti
kalsium 75-110 ppm, magnesium 3-80 ppm, natrium 24-31,60 ppm, kalium
4-14,7 ppm, Fe 0,00 ppm, dan CO3 0,00 ppm dibawah standar maksimun air
tanah yang diperbolehkan untuk air minum dan ini berarti tidak layak
untuk di konsumsi.
*Kecamatan baki
Hasil analisa dikecamatan baki
menunjukan adanya perubahan penggunaan sawah untuk perusahaan meubel
antik dan konsumsi export dan perumahan tempat tinggal. Hasil analisa
air tanah menunjukan altivitas manusia yaitu NO3 1,2 ppm, chlorida
34-43,10 ppm, bakteri coli 120-2400 ini berarti tidak layak untuk
diminum. Sedangkan unsur-unsur yang terdapat dari faktor alam yaitu
kalsium 54 dan 87,00 ppm, magnesiun 11-17,20 ppm, natrium 24 ppm, kalium
6-14,7 ppm, besi 0-0,8 ppm, yang berarti tidak layak untuk diminum.
*Kecamatan gatak
Hasil
analisa dilabolatorium kecamatan ini terdapat airtanah yang layak
diminum dan airtanah yang tidak layak untuk diminum. Unsur-unsur kimia
yang terkandung dalam tanah dan layak untuk dikonsumsi yaitu
NO2,Chlorida, CO3, Fe, dan kalium.
1.4 Kesimpulan
Berdasarkan
hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perubahan lahan sawah menjadi
lahan permukiman daerah kecamatan kertasura.selama 5 tahun seluas
5646165,20 m2. sedang untuk kecamatan grogol seluas 554906,6 m2.
sebagian besar air tanah pada satuan lahan permukiman kandungan bakteri
colinya antara 9-2400 dan kalsium 588 ppm sehingga tidah layak untuk air
minum.tiga daerah yang air tanahnya layak untuk di munum yaitu di desa
pucangan kartasura, desa telukan grogol, dan desa geneng gatak.
Kandungan bakteri E.Coli air tanah 0 dan kandungan unsur kimia yang lain
dibawah estándar baku mutu maksimun yang diperbolehkan. Perubahan
penggunaan lahan permukiman sebagian besar berdampak negativ terhadap
kualitas air tanah untuk air minum sehingga tidak layak untuk di minum.
Minggu, 19 Oktober 2014
IBU
Mari
pastikan bahwa Anda memberitahukan kepada ibu Anda maupun ibu dari
anak-anak Anda betapa istimewanya mereka bagi Anda. Jika Anda adalah
seorang ayah, tugas kitalah untuk memimpin dengan teladan dan
memperlihatkan kepada anak-anak Anda betapa pentingnya Hari Ibu itu.
Misalnya saja, Anda bisa mengajarkan kepada anak Anda untuk membuatkan
sarapan spesial dan membawakannya untuk ibu mereka di tempat tidur. Atau
Anda bisa menyiapkan kejutan-kejutan spesial lainnya untuk menyatakan
betapa berharga dan istimewanya wanita yang dipanggil ibu itu di mata
Anda dan anak-anak Anda.
Tidak
banyak orang yang menganggap Hari Ibu itu penting. Padahal hari ibu itu
dapat dimaknai lebih dari sekedar memberikan hadiah atau ucapan selamat
Hari Ibu, namun lebih kepada pernyataan melalui perkataan dan tindakan
agar ibu kita maupun istri yang juga ibu dari anak-anak kita tahu betapa
mereka sangat dihargai dan dicintai.
Hari Ibu
bicara tentang ibu, tidak hanya tentang ibu yang telah melahirkan kita
tapi juga ibu dari anak-anak kita. Pastikan di hari itu, Anda tidak
hanya melakukan sesuatu yang spesial untuknya tapi juga mengatakan
kepadanya betapa Anda sangat mengasihi dan menghargai keberadaannya di
dalam hidup Anda.
Sesungguhnya
tidak ada pekerjaan tanpa pamrih yang setara dengan pekerjaan sebagai
seorang ibu. Memang tidak seharusnya menjadi ibu disebut sebagai
pekerjaan, tapi memang seorang ibu bekerja tanpa pamih. Memiliki jam
kerja yang panjang, tidak pernah libur dan tidak pernah dibayar. Dan
balasannya ketika sesuatu tidak berjalan dengan seharusnya, ibulah yang
biasanya disalahkan. "Hal ini terjadi karena ibu tidak ini atau itu"
atau "Kemana ibumu ketika engkau melakukan (kesalahan) ini?" Saya pun
akan melakukan hal yang sama ketika melihat seorang anak bertindak yang
tidak sepatutnya di tempat umum. "Dimana ibu dari anak ini!?"
Dengan
semua hal itu, menjadi seorang ibu juga menjadi salah satu pekerjaan
yang paling berharga yang pernah ada. Tanyakan pada semua ibu di luar
sana dan merekapun akan memberitahu Anda bahwa tidak ada pekerjaan
maupun peranan yang lebih menguntungkan daripada menjadi seorang ibu.
Dengan kebanggaan itu, perasaan yang telah dimulai ketika mengetahui
bahwa mereka sedang hamil, menjadikan hidup memiliki makna yang lebih
dalam. Dan jika saja Anda peduli dan Anda memperhatikan dengan seksama,
maka wanita yang Anda kenal akan menjadi salah satu wanita yang paling
menakjubkan yang pernah Anda temui.
Tanpa
ibu, dimanakah kita sebagai masyarakat? Ibu kitalah yang mengajarkan
kepada kita bagaimana untuk mengasihi dan peduli pada sesama. Melalui
bimbingannyalah setiap kita belajar bagaimana menjadi empati dan simpati
kepada orang-orang di sekitar kita. Berapa kalikah Anda pernah
mengalami ketika berada di tempat umum melihat seorang anak yang terluka
dan 3 sampai 4 ibu berlari untuk menolong anak tersebut? Tentu saja
semua wanita itu bukanlah ibu dari anak itu, tetapi mereka semua melihat
dan menyadari ada yang membutuhkan kehadiran mereka di sana... naluri
untuk memastikan bahwa orang-orang yang ada di sekitar mereka baik-baik
saja.
Pandanglah
seorang wanita yang Anda kenal, dan sesungguhnya mereka sangatlah
menakjubkan melalui cara mereka sendiri. Berapa banyak di antara Anda
jika berada di posisi mereka, akan meringkuk di tempat tidur dan
menutupi kepala dengan bantal mencoba menghindari segala hal... namun
seorang ibu tidak akan melakukan hal itu. Bahkan jika seorang ibu sakit,
ia tetap mengurus orang-orang yang dicintainya. Seorang ibu
mengorbankan dirinya sendiri... sifat natural dari seorang ibu. Seorang
ibu akan memastikan bahwa anak-anak, suami maupun keluarganya telah
diurus dengan baik dan mendapatkan segala yang mereka butuhkan.
Seorang
ibu juga memiliki kemampuan bawaan untuk menjadikan semuanya baik-baik
saja. Ketika Anda mengalami hari terburuk dalam hidup Anda, seorang ibu
akan mendengarkan dan menghapus air mata Anda, dan memberitahukan kepada
Anda betapa ia mengasihi Anda, dan semuanya akan berakhir dengan
baik-baik saja. Ketika Anda beranjak dewasa, Anda akan melakukannya
melalui telepon dan ibu akan tetap mendengarkan Anda. Semua perkataan
yang keluar dari bibirnya akan menyingkirkan rasa sakit yang Anda
rasakan. Seorang ibu tidak pernah berhenti bekerja, tidak pernah libur,
dan mereka tidak pernah benar-benar dihargai atas semua yang telah
mereka lakukan.
Pada
momen Hari Ibu di tahun ini, luangkan waktu khusus untuk berterima kasih
kepada ibu Anda, dan jika Anda adalah seoran ayah, berterima kasihlah
pada istri yang telah menjadi ibu dari anak-anak Anda. Pastikan ia tahu
betapa berartinya keberadaan mereka bagi Anda. Pada akhirnya setiap ibu
percaya bahwa penghargaan terbesar untuk semua yang telah mereka lakukan
adalah melihat anak-anak mereka berubah menjadi orang dewasa yang
sukses dan bahagia... Semua hal itu dapat digunakan sebagai pengakuan
cinta dari Anda bagi ibu sepanjang mengarungi kehidupan.
Selamat
Hari Ibu. Terima kasih kami ucapkan kepada semua ibu di luar sana untuk
cinta dan pengorbanan yang telah memulihkan banyak hati yang membutuhkan
kasih sayang.
sumber : http://www.jawaban.com/read/article/id/2012/12/20/93/121220180256/Pentingnya-Makna-Ibu-Bagi-Seorang-Anak.html
Sabtu, 18 Oktober 2014
PENGARUH KELAS SOSIAL DAN STATUS TERHADAP PERILAKU KONSUMEN
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Definisi Kelas SosialBerdasarkan karakteristik Stratifikasi sosial, dapat kita temukan beberapa pembagian kelas atau golongan dalam masyarakat. Istilah kelas memang tidak selalu memiliki arti yang sama, walaupun pada hakekatnya mewujudkan sistem kedudukan yang pokok dalam masyarakat. Pengertian kelas sejalan dengan pengertian lapisan tanpa harus membedakan dasar pelapisan masyarakat tersebut.Kelas Sosial atau Golongan sosial mempunyai arti yang relatif lebih banyak dipakai untuk menunjukkan lapisan sosial yang didasarkan atas kriteria ekonomi.Jadi, definisi Kelas Sosial atau Golongan Sosial ialah:Sekelompok manusia yang menempati lapisan sosial berdasarkan kriteria ekonomi. Status SosialKelas sosial timbul karena adanya perbedaan dalam penghormatan dan status sosialnya. Misalnya, seorang anggota masyarakat dipandang terhormat karena memiliki status sosial yang tinggi, dan seorang anggota masyarakat dipandang rendah karena memiliki status sosial yang rendah.
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Faktor penentu kelas sosial
Beberapa indikator lain yang berpengaruh terhadap pembentukan kelas sosial, yaitu:a.KekayaanUntuk memahami peran uang dalam menentukan strata sosiai/kelas sosial, kita harus menyadari bahwa pada dasamya kelas sosial merupakan suatu cara hidup. Artinya bahwa pada kelas-kelas sosial tertentu, memiliki cara hidup atau pola hidup tertentu pula, dan untuk menopang cara hidup tersebut diperlukan biaya dalam hal ini uang memiliki peran untuk menopang cara hidup kelas sosial tertentu.Sebagai contoh: dalam kelas sosial atas tentunya diperlukan banyak sekali uang untuk dapat hidup menurut tata cara kelas sosial tersebut. Namun demikian, jumlah uang sebanyak apa pun tidak menjamin segera mendapatkan status kelas sosial atas. "Orang Kaya Baru" (OKB) mungkin mempunyai banyak uang, tetapi mereka tidak otomatis memiliki atau mencerminkan cara hidup orang kelas sosial atas. OKB yang tidak dilahirkan dan disosiaiisasikan dalam sub-kultur kelas sosial atas, maka dapat dipastikan bahwa sekali-sekali ia akan melakukan kekeliruan, dan kekeliruan itu akan menyingkap sikap kemampuannya yang asli. Untuk memasuki suatu status baru, maka dituntut untuk memiliki sikap, perasaan, dan reaksi yang merupakan kebiasaan orang status yang akan dituju, dan hal ini diperlukan waktu yang tidak singkat.Uang juga memiliki makna halus lainnya. Penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan profesional lebih memiliki prestise daripada penghasilan yang berujud upah dari pekerjaan kasar. Uang yang diperoleh dari pekerjaan halal lebih memiliki prestise daripada uang hasil perjudian atau korupsi. Dengan demikian, sumber dan jenis penghasilan seseorang memberi gambaran tentang latar belakang keluarga dan kemungkinan cara hidupnya.Jadi, uang memang merupakan determinan kelas sosiai yang penting; hal tersebut sebagian disebabkan oleh perannya dalam memberikan gambaran tentang latar belakang keluarga dan cara hidup seseorang.b.PekerjaanDengan semakin beragamnya pekerjaan yang terspesialisasi kedalam jenis-jenis pekerjaan tertentu, kita secara sadar atau tidak bahwa beberapa jenis pekerjaan tertentu lebih terhormat daripada jenis pekerjaan lainnya. Hal ini dapat kita lihat pada masyarakat Cina klasik, dimana mereka lebih menghormati ilmuwan dan memandang rendah serdadu; Sedangkan orang-orang Nazi Jerman bersikap sebaliknya.Mengapa suatu jenis pekerjaan harus memiliki prestise yang lebih tinggi daripada jenis pekerjaan lainnya. Hal ini merupakan masalah yang sudah lama menarik perhatian para ahli ilmu sosial. Jenis-jenis pekerjaan yang berprestise tinggi pada umumnya memberi penghasilan yang lebih tinggi; meskipun demikian terdapat banyak pengecualian (?). Jenis-jenis pekerjaan yang berprestise tinggi pada umumnya memerlukan pendidikan tinggi, meskipun korelasinya masih jauh dari sempuma. Demikian halnya pentingnya peran suatu jenis pekerjaan bukanlah kriteria yang memuaskan sebagai faktor determinan strata sosial, Karena bagaimana mungkin kita bisa mengatakan bahwa pekerjaan seorang petani atau polisi kurang berharga bagi masyarakat daripada pekerjaan seorang penasihat hukum atau ahli ekonomi ? Sebenarnya, pemungut sampah yang jenjang prestisenya rendah itulah yang mungkin merupakan pekerja yang memiliki peran penting dari semua pekerja dalam peradaban kota! Pekerjaan merupakan aspek strata sosial yang penting, karena begitu banyak segi kehidupan lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan. Apabila kita mengetahui jenis pekerjaan seseorang, maka kita bisa menduga tinggi rendahnya pendidikan, standar hidup, pertemanannya, jam kerja, dan kebiasaan sehari-hari keluarga orang tersebut. Kita bahkan bisa menduga selera bacaan, selera rekreasi, standar moral, dan bahkan orientasi keagamaannya. Dengan kata lain, setiap jenis pekerjaan merupakan bagian dari cara hidup yang sangat berbeda dengan jenis pekerjaan lainnya.Keseluruhan cara hidup seseoranglah yang pada akhimya menentukan pada strata sosial mana orang itu digolongkan. Pekerjaan merupakan salah satu indikator terbaik untuk mengetahui cara hidup seseorang. Oleh karena itu, pekerjaan-pun merupakan indikator terbaik untuk mengetahui strata sosial seseorang.c. PendidikanKelas sosial dan pendidikan saling mempengaruhi sekurang-kurangnya dalam dua hal. Pertama, pendidikan yang tinggi memerlukan uang dan motivasi. Kedua, jenis dan tinggi rendahnya pendidikan mempengaruhi jenjang kelas sosia. Pendidikan tidak hanya sekedar memberikan ketrampilan kerja, tetapi juga melahirkan perubahan mental, selera, minat, tujuan, etiket, cara berbicara - perubahan dalam keseluruhan cara hidup seseorang.Dalam beberapa hal, pendidikan malah lebih penting daripada pekerjaan. De Fronzo (1973) menemukan bahwa dalam segi sikap pribadi dan perilaku sosial para pekerja kasar sangat berbeda dengan para karyawan kantor. Namun demikian, perbedaan itu sebagian besar tidak tampak bilamana tingkat pendidikan mereka sebanding.2.2 pengukuran kelas sosial
Pembagian Kelas Sosial terdiri atas 3 bagian yaitu:a.Berdasarkan Status Ekonomi.1) Aristoteles membagi masyarakat secara ekonomi menjadi kelas atau golongan:- Golongan sangat kaya- Golongan kaya- Golongan miskinAristoteles menggambarkan ketiga kelas tersebut seperti piramida:Ket :Golongan pertama : merupakan kelompok terkecil dalam masyarakat. Mereka terdiri dari pengusaha, tuan tanah dan bangsawan.Golongan kedua : merupakan golongan yang cukup banyak terdapat di dalam masyarakat. Mereka terdiri dari para pedagang, dsbnya.Golongan ketiga : merupakan golongan terbanyak dalam masyarakat. Mereka kebanyakan rakyat biasa.2) Karl Marx juga membagi masyarakat menjadi tiga golongan, yakni:a. Golongan kapitalis atau borjuis : adalah mereka yang menguasai tanah dan alat produksi.b. Golongan menengah : terdiri dari para pegawai pemerintah.c. Golongan proletar : adalah mereka yang tidak memiliki tanah dan alat produksi. Termasuk didalamnya adalah kaum buruh atau pekerja pabrik.Menurut Karl Marx golongan menengah cenderung dimasukkan ke golongan kapatalis karena dalam kenyataannya golongan ini adalah pembela setia kaum kapitalis. Dengan demikian, dalam kenyataannya hanya terdapat dua golongan masyarakat, yakni golongan kapitalis atau borjuis dan golongan proletar.
BAB 3
KESIMPULAN
3.1 Pengaruh Kelas Sosial dan Status Terhadap Pembelian dan Konsumsi
Aspek hierarkis kelas sosial penting bagi para pemasar. Para konsumen membeli berbagai produk tertentu karena produk-produk ini disukai oleh anggota kelas sosial mereka sendiri maupun kelas yang lebih tinggi, dan para konsumen mungkin menghindari berbagai produk lain karena mereka merasa produk-produk tersebut adalah produk-produk “kelas yang lebih rendah”.Pendekatan yang sistematis untuk mengukur kelas sosial tercakup dalam berbagai kategori yang luas berikut ini: ukuran subjektif, ukuran reputasi, dan ukuran objektif dari kelas sosial.Peneliti konsumen telah menemukan bukti bahwa di setiap kelas sosial, ada faktor-faktor gaya hidup tertentu (kepercayaan, sikap, kegiatan, dan perilaku bersama) yang cenderung membedakan anggota setiap kelas dari anggota kelas sosial lainnya.Para individu dapat berpindah ke atas maupun ke bawah dalam kedudukan kelas sosial dari kedudukan kelas yang disandang oleh orang tua mereka. Yang paling umum dipikirkan oleh orang-orang adalah gerakan naik karena tersedianya pendidikan bebas dan berbagai peluang untuk mengembangkan dan memajukan diri. Dengan mengenal bahwa para individu sering menginginkan gaya hidup dan barang-barang yang dinikmati para anggota kelas sosial yang lebih tinggi maka para pemasar sering memasukkan simbol-simbol keanggotaan kelas yang lebih tinggi, baik sebagai produk maupun sebagai hiasan dalam iklan yang ditargetkan pada audiens kelas sosial yang lebih rendah.Kelas sosial merupakan bentuk segmentasi yang hierarkis dan alamiah, dikarenakan aspek hierarkis kelas sosial begitu penting bagi pemasar dan produsen untuk menentukan konsumen mana yang akan dituju dari produk yang telah diciptakan, apa untuk status yang lebih tinggi atau status yang lebih rendah. Memang disini begitu terlihat begitu ada ketidakadilan dan jarak terhadap konsumen, namun itu semua merupakan segmentasi yang alamiah karena semua sudah terjadi dan tercipta dengan sendirinya. Adapun yang merupakan ukuran kelas sosial dari konsumen yang dapat diterima secara luas dan mungkin merupakan ukuran kelas sosial terbaik terlihat dari pekerjaan, pendidikan dan penghasilan Mesir Kuno. Gaya hidup dari lapisan atas akan berbeda dengan gaya hidup lapisan menengah dan bawah. Demikian juga halnya dengan perilaku masing-masing anggotanya dapat dibedakan sehingga kita mengetahui dari kalangan kelas social mana seseorang berasal.Eklusivitas yang ada sering membatasi pergaulan diantara kelas social tertentu, mereka enggan bergaul dengan kelas social dibawahnya atau membatasi diri hanya bergaul dengan kelas yang sama dengan kelas mereka.Pola perilaku kelas social atas dianggap lebih berbudaya dibandingkan dengan kelas social di bawahnya. Sebaliknya kelas social bawah akan memandang mereka sebagai orang boros dan konsumtif dan menganggap apa yang mereka lakukan kurang manusiawi dan tidak memiliki kesadaran dan solidaritas terhadap mereka yang menderita. Pemujaan terhadap kelas sosialnya masing-masing adalah wujud dari etnosentrisme.Pemasaran pada segmen pasar berdasarkan kelas sosial
Pemasaran pada segmen pasar berdasarkan kelas sosial berbeda – beda sesuai dengan kelas sosial yang ingin di tuju. Bisa dilihat apabila ingin memasarkan suatu produk yang mempunyai kelas sosial yang tinggi biasanya menggunakan iklan yang premium atau bisa di bilang lebih eksklusif karena dapat diketahui bahwa orang – orang yang berada di kelas sosial atau memiliki status sosial yang tertinggi, mereka lebih memilih produk yang higienis, terbaru, bermerk, dan kualitas yang sangat bagus. Berbeda apabila pemasaran dilakukan untuk orang – orang yang berada pada kelas sosial terendah. Penggunaan iklan pun kurang di gencarkan dan biasanya malah lebih menggunakan promosi yang lebih kuat, karena kelas sosial yang rendah lebih banyak mementingkan sebuah kuantitas suatu produk dengan harga yang murah. Jadi berbeda sekali pemasaran yang dilakukan apabila melihat dari posisi kelas sosial yang ada.
SUMBER : http://tika44.blogspot.com/2013/01/pengaruh-kelas-sosial-dan-status-pada.htmlhttp://arie-dwiputra.blogspot.com/2012/09/pengaruh-kelas-sosial-dan-status.html
Langganan:
Komentar (Atom)